Berita
SMA Negeri 2 Kota Serang
Narkoba
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa remaja adalah masa yang sudah bukan kanak-kanak lagi, namun mereka juga belum diakui sebagai orang dewasa. Remaja adalah harapan bangsa, generasi yang akan meneruskan sejarah dan perjuangan umat manusia di masa depan. Faktor penting yang membedakan masa ini adalah kekuatan tubuh, pemikiran yang cemerlang, akal yang sempurna, serta perubahan pada sikap dalam usaha untuk menyingkap hal yang baru. Perkembangan jiwa sosial terjadi lebih nyata dalam bentuk hubungan yang akrab dengan teman-teman sebaya. Mereka memerlukan teman untuk saling bercerita tentang pengalaman baru yang kadang-kadang terasa aneh, serta tidak dipahaminya sendiri, dan sulit atau takut mengungkapkan atau menanyakannya kepada orang tua atau orang dewasa lainnya. Tidak jarang mereka merasa takut dan cemas terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya.
Oleh karena itu pembentukan kelompok sebaya, semakin mempunyai arti bagi mereka. Keadaan kejiwaan anak-anak yang baru memasuki masa remaja selalu goncang dan tidak stabil. Keadaan itu akan lebih berat lagi apabila hubungan dengan orang tua kurang akrab, atau orang tua tidak memahami apa yang terjadi pada anaknya, sehingga anak-anak merasa takut, cemas dan kebingungan. Apalagi ketidakserasian itu sering menyebabkan remaja berbuat salah yang tidak disengaja, lalu dimarahi oleh orang tua atau orang dewasa lainnya. Kritikan tajam, celaan atau penghinaan harus dihindari atau sangat dikurangi, bila terdapat sikap yang kurang baik, karena belum stabilnya kondisi kejiwaannya. Maka apabila mereka terlalu sering dicela dan dimarahi, akan menyebabkan kegairahannya dalam hidup menjadi menurun, bahkan akan mematikan.
Oleh karena itu dalam menegur atau mengkritik hal-hal tercela yang terdapat pada mereka perlu berhati-hati dan bijaksana. Biasanya remaja mudah tersinggung dan belum mampu mengendalikan diri. Apabila mereka diperlakukan dengan ramah, melalui kata-kata yang baik disertai sedikit pujian dan penghargaan, dorongan dan kepercayaan, maka mereka akan gembira dan terdorong untuk memperbaiki kelakuannya dan meningkatkan akhlak yang terpuji. Demikian juga sebaliknya, kata-kata celaan, kritik pedas atau kata-kata yang menunjukkan ketidakpercayaan kepadanya, akan menyebabkan mereka menjadi semakin goncang dan cemas terhadap dirinya dan semakin takut akan mendapat penilaian kurang baik dari orang lain. Perhatian yang kurang dari orang tua maupun kebingungannya dalam mengisi waktu luang berakibat bagi mereka lebih banyak menghabiskan waktunya bersama teman-teman sebaya.
Link Web Pendidikan
Bahan Ajar
Non-Bahan Ajar
Login Form
Chating
- No users online
Poling
Website Ini Menurut Anda?
Pengunjung






![]() | Today | 95 |
![]() | Yesterday | 649 |
![]() | This week | 744 |
![]() | Last week | 7197 |
![]() | This month | 21955 |
![]() | Last month | 40015 |
![]() | All days | 101108 |
Your IP: 38.107.179.239
,
Today: May 21, 2012






